Selasa, 21 Oktober 2014

Hukum Sangat Ditegakkan di Indonesia



Hukum adalah aturan secara resmi yang mengikat masyarakatnya berupa larangan-larangan dan peraturan-peraturan yang di buat untuk mengatur masyarakat suatu negara. Hukum juga dapat di artikan sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana dan perdata dan juga sebagai perlindungan hak asasi manusia. Secara umum fungsi hukum adalah untuk menertibkan dan mengatur masyarakat serta menyelesaikan masalah-masalah yang timbul.

Beberapa pendapat pakar hukum internasional tentang hukum yakni:
a.     
Menurut Aristoteles bahwa hukum hanya sebagai kumpulan peraturan yang tidak hanya mengikat masyarakat tetapi juga hakim.
b.   
 Menurut Plato bahwa hukum merupakan peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun baik yang mengikat masyarakat.
c.   
 Menurut R.Soeroso SH, hukum adalah himpunan peraturan yang dibuat oleh yang berwenang dengan tujuan mengatur tata kehidupan bermasyarakat yang mempunyai ciri memerintah dan melarang serta mempunyai sifat memaksa dengan menjatuhkan sanksi hukuman bagi yang melanggarnya.
d.    
 Menurut Abdulkadir Muhammad, SH bahwa hukum adalah segala peraturan tertulis dan tidak tertulis yang mempunyai sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya.
Bangsa Indonesia adalah negara yang taat atas aturan hukum yang berlaku. Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum Eropa, hukum agama, dan hukum adat.  
Hukum adat adalah seperangkat norma dan aturan yang berlaku di suatu wilayah. Hukum adat cenderung masih mengandung unsur kepercayaan terhadap nenek moyang di wilayah tersebut yang sulit untuk di tinggalkan. Sedangkan hukum agama adalah sistem hukum yang berdasarkan ketentuan agama tertentu yang terdapat dalam Kitab Suci masing-masing agama.

Memang banyak kita temukan rakyat yang melanggar aturan yang berlaku. Tetapi jangan salah, bila kita melakukan kesalahan dan melanggar peraturan yang berlaku, maka kita akan pasti diberi sanksi dan ganjarannya.

Dari ujung paling barat sampai timur wilayah Indonesia, semua aturan sama dan berlaku. Di Papua banyak kita temukan berbagai macam pelanggaran-pelangaran ringan maupun berat. Jangan salah, bukan berarti kita berada di wilayah Indonesia paling timur, kita bebas dari hukum dan aturan yang berlaku.

Maka oleh karena itu, bila kita sebagai warga negara Indonesia, bila kita melanggar dan melakukan kesalahan, maka kita akan dihukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia, serta menerima hukuman sesuai dengan berat ringatnya sebuah pelanggaran yang kita lakukan.

Oleh itu, marilah kita sama-sama menjaga dan melaksanakan peraturan yang ada. Sehingga kita terjauh dari jerat hukum. Apabila kita tidak melakukan kesalahan dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Baik itu pelanggaran sekecil apapun. Dengan itu kita dapat hidup dengan tenang, tidak tertekan dengan hukum yang ada.

Senin, 20 Oktober 2014

Perhatian Bpk Jokowi Untuk Masyarakat Papua

Jayapura - Setelah dilantiknya sebagai Presiden Indonesia yang baru, Bpk joko widodo langsung melaksanakan aktivitasnya dengan melakukan teleconference didelapan wilayah Indonesia. Yang bertempat di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

Daerah yang melakukan teleconference dengan Presiden tersebut yakni, Sentani, Manokwari, Balikpapan, Blitar, Jambi, Manado, Meulaboh dan Bali. Dalam kegiatan tersebut seluruh masyarakat mengucapkan selamat kepada Bpk Joko widodo atas telah dilantiknya Beliau sebagai Presiden baru Republik Indonesia.

Dalam teleconference Bpk Presiden tersebut, dua wilayah yang pertama kali dihubungi ialah sentanni di Provinsi Papua dan Manokwari di Provinsi Papua Barat.

Presiden Joko Widodo, langsung disambut dengan anak-anak di Papua. Beliau juga mendapat ucapan selamat dari anak-anak SD dari Panti Asuhan Bonaventura, Sentani. Bpk Jokowi Sangat senang dengan ucapan dari anak-anak yang ada di Papua.

Dirinya banyak bertanya dan berkomunikasi dengan anak-anak di Papua.  Mulai dari Bpk Jokowi mempertanyakan Prestasi anak-anak disekolah dan menyuruh mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Sampai-sampai membuat Bpk Jokowi sangat terkesan dengan anak Papua. Atas kegembiraannya melihat semangat Anak Papua, sehingga Beliau memberi apresiasi dengan menghadiahkan sebuah sepeda kepada anak-anak di Papua, baik itu di Sentani maupun di Manokwari.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menjanjikan kepada seluruh masyarakat Papua. Akan lebih memperhatikan khususnya daerah di wilayah Timur Indonesia. Menurutnya, masalah pendidikan maupun kesehatan harus dinikmati secara merata oleh bangsanya. Agar jangan sampai masyarakat Papua terlebih anak-anak di Papua tidak kalah dengan anak-anak di daerah lain di Indonesia.


Dengan demikian, telah dapat dibuktikan bahwa Papua yang sekarang tidak sama seperti dengan Papua yang dulu. Papua yang demikiannya sekarang telah dapat berkembang dengan cepat dan tidak kalah dengan daerah lain merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Dan yang kita harapkan bersama, untuk masyarakat yang ada di Papua adalah perhatian dari Presiden yang baru ini. Jangan hanya sampai mengucapkan sebatas janji tetapi harus dapat dibuktikan dan di rasakan langsung oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya seluruh masyarakat di Papua.

Minggu, 19 Oktober 2014

Perbuatan yang dilakukan NFRPB akan sia-sia



Jayapura – Forkorus Yoboisembut selaku ketua dari Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), terus meminta dukungan dari dunia internasional agar mengakui kemerdekaannya. Diungkapnya pada saat perayaan HUT NFRPB yang ketiga di kampung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, minggu (19/10).

Forkorus Yoboisembut mengungkapkan bahwa dia ingin mengingatkan kembali agar dalam perjuangannya rekan-rekannya untuk mendapatkan kemerdekaan dari negara-negara anggota melanesia harus tetap dilanjutkan dan dipertahankan. Guna mengembalikan kekuasaan dan kemerdekaan kepada Presiden NFRPB.

Hal ini patut kita pertanyakan, NFRPB bukanlah sebuah negara tetapi salah satu bagian wilayah dari NKRI. Keinginan dan harapan dari pemimpin mereka yaitu Forkorus tidaklah pantas untuk dipermasalahkan. Pasalnya, seluruh bagian wilayah Papua adalah bagian dari NKRI. Jadi tidak ada gunanya bila kita mengatakan bahwa kita orang Papua ingin merdeka, sebab kita sudah merdeka sejak tahun 1945. Maka tindakan Forkorus untuk mempengaruhi masyarakat Papua tidak akan pernah bisa, sehingga akan percuma dan sia-sia.

Kita mengetahui bersama, sejarah perjuangan para pahlawan kita yang telah gugur di medan perang demi mempertahankan dan memperjuangkan setiap daerah yang ada di Indonesia, mulai dari sabang sampai merauke. Seharusnya dari fakta sejarah yang telah tercatat, kita sebagai generasi penerus berusaha untuk mempertahankan serta menjaganya, bukan dengan tindakan sebaliknya, kita ingin menghancurkan dan memecah belah persatuan kita, terlebih lagi mengatakan ingin merdeka.

Kita sebagai bangsa yang besar harus bisa membuktikan kepada dunia, bahwa negara kita adalah negara yang kuat, negara yang tidak akan pernah goyah dari pengaruh-pengaruh dari manapun, yang berniat ingin memecah belah persatuan negara kita. Seperti pepatah yang kita ketahui bersama “BERSATU KITA TEGUH BERCARAI KITA RUNTUH”, yang artinya, kalau kita melakukan pekerjaan atau berjuang bersama-sama akan memiliki kekuatan yg lebih besar daripada melakukan pekerjaan yg dilakukan sendiri. Makna dari semboyan inilah yang memicu semangat kita agar tetap selalu bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju lagi.

Karena itu, NRFPB agar tidak lagi memberikan dan mempengaruhi masyarakat Papua berbuat yang tidak baik dan tidak benar. Kita semua adalah orang Indonesia yang tidak akan terpecah karena pengaruh serta pernyataan seperti itu. Tetapi kita rakyat Papua, bangsa yang besar yaitu Indonesia, mendukung pemerintah dalam menjalankan roda Pemerintahan agar dapat berjalan dengan baik.

Berhubungan karena kita telah memiliki Pemimpin negara yang baru. Presiden yang baru serta para pemimpin daerah-daerah yang baru. Karena itu, Mari kita bersama-sama membangun dan bekerjasama untuk melakukan perubahan untuk menjadi Indonesia yang lebih baik lagi. Sehingga yang kita harapkan bersama, di masa kepemimpinan Presiden yang baru ini dapat berjalan dengan baik demi kemajuan bangsa kita. Maka dengan apa yang negara kita impikan dapat terwujud.

Kamis, 02 Oktober 2014

Sms Yang Bersifat Provokatif Tidak ”Ngefek” Bagi Masyarakat Papua

Di zaman sekarang, dunia komunikasi dan teknologi yang sudah sangat canggih kini banyak menuai dampak yang positif dan negatif.  Contoh yang sering kita lihat dan dapatkan adalah sebuah sms gelap yang berisikan informasi yang miring kebenarannya dan tidak jelas asal-usulnya yang bersifat provokatif.

Didalam setiap kejadian atau peristiwa, pasti terdapat latar belakang, sebab dan akibat dari peristiwa tersebut. Bila kita sebagai manusia yang berfikir, ketika kita mendapatkan sebuah sms gelap yang mengenai suatu informasi yang telah terjadi, maka kita pasti merasa ingin tahu dan ingin lebih dalam lagi menelusuri berita tentang kejadian yang masih belum jelas informsinya itu. Dengan demikian kita akan mengetahui kejadian yang sebenarnya dan mendapatkan informasi yang jelas dan benar.

Tetapi, apabila kita mendapatkan sebuah sms dari orang yang tidak jelas dan belum tentu kebenarannya dan kita menerima dengan lurus-lurus saja, maka hal seperti inilah yang dapat merugikan kita. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut merasa telah berhasil untuk mempengaruhi orang yang mereka inginkan.
Contohnya kejadian yang baru saja terjadi di tanah Papua mengenai sms yang bersifat provokatif. Bahwa telah tersebar sms gelap yang berasal dari Zakarias Horata ( Sekretaris NRFPB ) yang kabarnya atas perintah dari Frans Kapisa ( MENKOPOLKAM NRFPB ) yang berisikan sebagai berikut :

" Dari Kelompok Mahkamah Internasional pengacara Papua barat Miss. Jeniver Robinson
mengingatkan bahwa sidang umum PBB yg digelar 19 Sept 2014 telah putuskan bahwa
West Papua dimerdekakan 01 Desember 2014. didukung kerajaan Nippon, Korsel, New Calledonie,
Solomon Island, New Zeland, UNI Eropa, France, Kerajaan Inggris, Israel.
jadi sidang 2 hari pertama akan diumumkan nanti ke seluruh dunia 24 November 2014.
Kita bersyukur pada tuhan Yesus dan terimakasih pada Vanuatu & Prancis,
Inggris sbg ujung tombak UNI EROPA serta MOSSAD Israel krn Tuhan tlah menjawab
linang air mata Rakyat bangsa Papua.

Sesungguhnya sms gelap tersebut tidak layak untuk kita tanggapi, karena informasi ini disebarkan oleh salah satu orang suruhan yang menginginkan keuntungan bila papua dapat terlepas dari NKRI dan mendapatkan kemerdekaan yang tidak akan pernah dapat terjadi. Kerena Papua dan NKRI adalah satu kesatuan, yang sejarah kemerdekaannya diperjuangan oleh para pahlawan dan pejuangnya sama, yang diperjuangkan kebebasaannya dari para penjajah dunia.

Masyarakat Papua sendiri tidak akan terpengaruh dari sms-sms gelap seperti itu. Karena masyarakat sendiri bukanlah orang yang mudah untuk dibodohi dan dipengaruhi. Seluruh masyarakat Papua juga telah mengetahui bahwa PBB sendiri yang telah membenarkan bahwa Indonesia itu mempunyai daerah sahnya dari aceh sampai Papua, dari sabang sampai marauke.


Maka kita sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk dapat berfikir hendaklah kita terlebih dahulu memahami setiap hal, mencari asal usulnya, latar belakangan kejadiannya, maka kita dapat menyimpulkan kejadiannya serta tidak dapat terpengaruh dari sms gelap yang tidak fakta.

Kelompok Separatis Bersenjata Lagi-lagi Ganggu Aparat Keamanan

Jayapura – Kepolisian Papua kini kembali berduka atas tewasnya satu orang anggota mereka yang dikabarkan tewas di bunuh oleh orang yang dikenal. Pembunuhan tersebut terjadi di Bolakme, Kabupaten Jayawijaya. Kamis (2/10).\

Bripka Maikel yang sedang melaksanakan tugas mengamankan daerah pedalaman Papua, tiba-tiba saja diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Yang diduga pelakunya adalah kelompok separatis bersenjata (KSB) yang masih berkeliaran di Papua.
Kelompok Separatis Bersenjata ini, sudah sangat sering sekali bangak merugikan pihak Keamanan, Pemerintahan maupun masyarakat Papua. Baru-baru ini contohnya, satu orang dari anggota TNI Pratu Abraham, anggota Yonif 751/R tewas ditembak di sekitar pasar Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak. Kelompok pelaku tersebut sampai sekarang masih belum dapat ditemukan.

Kedua aparat keamanan ini, harus meninggal dengan cara yang tidak baik. Korban yang tewas ini merupakan orang yang tidak sepatutnya mendapatkan perlakuan seperti hal tersebut, mereka berdua hanyalah melakukan perintah dari atasan guna melaksanakan pengamanan serta melindungi masyarakat, agar masyarakat dapat hidup dengan tenang, aman serta sejahtera.

Tni/Polri yang ada di Papua merupakan teman maupun saudara bagi seluruh masyarakat Papua, bukan musuh yang ingin membunuh dan menyiksa masyarakat. Tetapi mengapa masih ada saja pihak-pihak yang tidak senang dengan aparat keamanan. Bila TNI/Polri dengan masyarakat bersama dan bersatu maka dapat terciptalah suatu kondisi keamanan yang baik.

Maka itu, yang kita harapkan kedepannya adalah masyarakat dengan pihak aparat keamanan dapat saling berkerjasama dan saling melindung, sehingga terciptalah satu kesatuan wilayah yang kuat dari sabang sampai marauke, yaitu yang merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Recent Posts