Papua merupakan daerah yg mempunyai kekayaan alamnya yang luar biasa. banyak orang berpendapat bahwa Papua itu adalah daerah yang tertinggal dan seluruhnya adalah hutan. karena setiap orang yang belum melihat secara langsung pasti akan berfikiran seperti itu. Maka banyak orang salah menilai Papua yang kita cintai ini. Memang dulunya Papua adalah daerah yang tertinggal tetapi dengan kemajuan zaman yang sekarang, Papua telah berkembang serta pemerintahannya yang sudah sangat aktif guna meningkatkan perkembangan daerah2 tertinggal, sehingga daerah daerah yang ada di Papua saat ini menjadi sangat indah. Banyak juga gedung-gedung yang sudah dibangun di daerah Papua. Contohnya dapat kita lihat ialah Mall Jayapura, Kantor perusahaan atau Bank, Hotel, lapangan futsal serta Ruko-ruko dll yang menjadi daerah yang saat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat baik pribumi maupun pendatang.
Minggu, 20 Juli 2014
Perkembangan Daerah Papua Mengalami Kemajuan Yang Signifikan
Papua merupakan daerah yg mempunyai kekayaan alamnya yang luar biasa. banyak orang berpendapat bahwa Papua itu adalah daerah yang tertinggal dan seluruhnya adalah hutan. karena setiap orang yang belum melihat secara langsung pasti akan berfikiran seperti itu. Maka banyak orang salah menilai Papua yang kita cintai ini. Memang dulunya Papua adalah daerah yang tertinggal tetapi dengan kemajuan zaman yang sekarang, Papua telah berkembang serta pemerintahannya yang sudah sangat aktif guna meningkatkan perkembangan daerah2 tertinggal, sehingga daerah daerah yang ada di Papua saat ini menjadi sangat indah. Banyak juga gedung-gedung yang sudah dibangun di daerah Papua. Contohnya dapat kita lihat ialah Mall Jayapura, Kantor perusahaan atau Bank, Hotel, lapangan futsal serta Ruko-ruko dll yang menjadi daerah yang saat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat baik pribumi maupun pendatang.
Senin, 07 Juli 2014
PAPUA MEMILI
Pemilihan prisiden dan wakil
presiden Republik Indonesia tanggal 9 Juli 2014 mendatang tinggal menghitung
hari, siapapun kandidat yang nantinya menang baik pasangan cawapres pasangan
Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) maupun pasangan Joko
Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi - JK) akan menjadi pemimpin pilihan rakyat
Indonesia.
Papua untuk mendukung calon Presiden
dan Wakil Presiden seperti yang dilakukan Angkatan Muda Nusantara (AMN)
Provinsi Papua dan Papua Barat yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan
Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) dengan membuat pasar murah berupa pembagian
sembako ke panti asuhan yang ada di Jayapura dan kegiatan bhakti sosial yang dilakukan di
sejumlah titik di Papua maupun Papua Barat .
Sementara Tim relawan Joko
Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi - JK) di Papua berhasil mengumpulkan seribu tanda
tangan sebagai bukti mendukung Jokowi - JK di wilayah timur Indonesia. Upaya
itu sebagai bentuk komitmen memberikan dukungan kepada capres-cawapres nomor
urut dua. Ketua Barisan Relawan Jokowi,Yakoba Lokbere di Kota Jayapura,
mengatakan, seribu tanda tangan tersebut merupakan hasil kerja keras semua tim
relawan dan sekertaris bersama di semua di sejumlah titik Kota Jayapura sejak
pekan lalu. Jumlahnya akan terus bertambah seiring waktu pencoblosan.
Antusias masyarakat Papua untuk
menyukseskan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Republik Indonesia pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang sangat tinggi.
Tokoh-tokoh di Papua seperti Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah
Putih RI Tanah Papua Bapak Ramses Ohee,
Sekjen Barisan Merah Putih Bapak Yonas A. Nussy, Ketua DPD Barisan Merah
Putih RI Kabupaten Jayawijaya Bapak Salmon Walilo, Bapak Daniel Kogoya, dan Ibu
Emskerk Bonay Tokoh Perempuan Papua sangat mendukung dan menyukseskan Pilpres 9
Juli mendatang dan menyampaikan agar bersama-sama menjaga keamanan di Papua
sehingga Pilpres dapat terlaksana dengan aman dan lancar.
Demokrasi di Papua sangat menjunjung tinggi kebebasan
berpendapat dan berekspresi merupakan hak rakyat Papua. Secara tidak langsung
rakyat akan memilih pemimpin bangsa Indonesia yang biasa membawa Papua menuju
Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera. Jangan ancam rakyat Papua yang dapat
menimbulkan ketakutan, biarkan dia memilih sesuai hati nuraninya. (RHZ/GTS)
Minggu, 06 Juli 2014
TNI SIAP KAWAL PESTA DEMOKRASI DI TANAH PAPUA
Seperti yang telah diinstruksikan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres)
2014 mendatang, TNI di wilayah Timur Indonesia siap menjaga keamanan dan
kelancaran Pilpres Tahun 2014.
Kodam dan Polda Papua mulai
hari Minggu menyatakan siaga satu. Situasi di Papua secara umum kondusif, namun
ada segelincir kelompok yang berbeda pandang dengan NKRI hendak megganggu dan
mengagalkan pelaksanaan Pilpres. Untuk mengatasi kemungkinan ancaman dan
ganguan aparat keamanan telah disiagakan.
TNI Telah menyiagakan 2.340
prajurit yang terdiri dari 1 SSY dengan 31 SST dan cadangan 11 SSK. Untuk
Kekuatan siaga satu Kodam menyiapkan 9 SSY dan 28 SSK, sedangkan pengamanan
daerah rawan ( Pamrahwan ) dan pengamanan perbatasan Pulau Terluar (Pamtas)
disiapkan sebanyak 2.774 personel.
Aparat TNI dan Polri akan
menindak tegas pelanggaran hukum apabila terjadi aksi kekerasan, perusakan,
pembakaran dari pihak-pihak yang ingin menggagalkan kelancaran pelaksanaan
Pilpres. Tidak ada toleransi lagi kepada kelompok-kelompok yang hendak
menggagalkan jalannya pesta demokrasi di Indonesia.
Masyarakat Papua diharapkan tidak
terpropokasi aksi-aksi kelompok yang tidak bertanggung jawab. Gunakan hak suara
untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden tanggal 9 Juli mendatang sesuai
dengan hati nurani masing-masing, sehingga tercipta masyarakat Papua yang
bangkit, mandiri dan sejahtera.(RHZ/GTS)
Senin, 30 Juni 2014
PERINGATAN 1 JULI DI TANAH PAPUA
Masyarakat Papua pada 1 Juli
merupakan hari yang bersejarah dan merupakan hari yang dinanti-nanti sebagian
besar masyarakat Papua terutama masyarakat yang berada diwilayah Sentani yaitu
masyarakat dikampung Asei. Pulau Asei merupakan pulau kecil yang terletak di
depan danau Sentani, Jayapura.
Untuk menjangkau pulau Asei sangat
mudah dapat menggunakan perahu dari danau Sentani. Di pulau Asei terdapat
gereja tertua di Jayapura, gereja tersebut berada dipuncak bukit pulau Asei.
Pada tahun 1855 misionaris dari Jerman yang bernama W. Ottow Carl dan Johann G.
Geissler memberitakan masuknya injil dari Utara Papua sampai teluk Youtefa
hingga masuk ke pedalaman pegunungan Cycloop dan pada tanggal 1 Juli 1928 injil
pertama kali diberitakan masuk di pulau Asei.
Sebelum perang dunia ke 2, gereja di
dirikan dipingir pulau dengan konstruksi bangunan yang sederhana. Namun ketika
terjadi perang dunia ke 2 dimana terjadi perebutan pasifik dari Jepang yang
dipimpin oleh Jenderal Douglas Macarthur. Pulau Asei menjadi sasaran yang akan
diserang sekutu, pulau Asei dan gereja pun hancur sehingga masyarakat
meninggalkan pulau.
Setelah keadaan aman, masyarakat
kembali kekampung Asei. Berkat kerja keras dan kebersamaan selama 7 tahun
masyarakat Asei berhasil mendirikan gereja hingga pada tanggal 1 Januari 1955
gereja diresmikan. Kini gereja berdiri dipuncak bukit pulau Asei dan setiap
tanggal 1 Juli diperingati sebagai hari pengkabaran injil di gereja Asei, semua
umat datang merayakan upacaraakbar injil di gereja tersebut. Masyarakat Papua
memperingati 1 Juli 2014 sebagai peringatan hari pengkabaran injil di pulau
Asei ke 86 tahun. Diharapkan dengan masuknya injil dapat mematahkan kuasa umat
dan mendatangkan hidup bagi umat manusia serta menerangi kegelapan, kekafiran
umat manusia sehingga tercipta keharmonisan di tanah Papua menuju Papua
bangkit, mandiri dan sejahtera.
Keunikan lain yang terdapat di pulau
Asei yaitu masyarakat pulau Asei merupakan seniman lukis, pelukis di pulau Asei
berbeda dengan pelukis kebanyakan di wilayah Indonesia lainnya. Dipulau Asei
pelukis menggunakan kulit kayu sebagai pengganti kanvas. Kulit kayu yang
digunakan hanya terdapat di Papua yaitu kulit kayu khombouw. Media kulit kayu
sudah di pergunakan sejak tahun 1980-an yaitu sebagai pakaian, celana, sebagai
alas untuk meletakkan mas kawin yaitu kapak batu dan kulit kayu juga digunakan
sebagai pembungkus jenazah. Dengan perkembangan jaman dan berkurangnya populasi
kayu khombouw, masyarakat kampung Asei hanya menggunakan kulit kayu sebagai
media untuk melukis.
Untuk mendapatkan bahan kulit kayu
yang bagus, terlebih dahulu kulitkayu khombouw dicuci untuk menghilangkan
getahnya, kemudian dipukul-pukul hinga lunak kemudian dijemur. Proses
penjemuran dibutuhkan waktu sekitar 1 hari, setelah benar-benar kering kulit
kayu dapat digunakan. Masyarakat kampung Asei melukis berbagai motif,
diantaranya motif Rosindale dan motif Yoniki. Motif Rosindale hanya dapat
ditemui di rumah Ondoavi/ kepala suku, motif Yoniki biasanya berbentuk simbul
bulat yang mempunyai makna kebersamaan. Dalam melukis masyarakat pulau Asei
mengunakan pewarna alami. Warna hitam dibuat dari arang dan dicamupur dengan
minyak kelapa, Warna putih dibuat dari kulit kerang dan sagu dan warna merah
terbuat dari tanah liat atau batu merah. Masing-masing warna memiliki lambang
yaitu warna hitam melambangkan kematian,
warna putih melambangkan kebesaran suku dan warna merah melambangkan
keperkasaan suku. (RHZ/GTS)
Selasa, 24 Juni 2014
Organisasi-organisasi Kemasyarakatan di Papua Dukung Penuh Pelaksanaan Pilpres
Menyambut babak baru di akhir Bulan Juni dan menyambut di awal bulan Juli yang mana pada bulan tersebut terdapat agenda besar yaitu Pemilihan presiden dan Wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 nanti. Bangsa Indonesia khususnya yang berada di Papua inilah momentum untuk dapat memberikan aspirasi dan hak pilih sebagai mana mestinya.
Pemilihan Presiden dan wakil Presiden ini telah mewarnai pesta demokrasi yang telah berjalan sebagi mana mestinya, hanya harapan agar Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih nantinya dapat memahami dan mengerti akan kesulitan dan hambatan khususnya yang dikeluhkan masyarakat Papua pada umumnya.
Untuk itu harapan bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat Indonesia akan lebih baik dan sejahtera terus disuarakan. Untuk itu berbagai Ormas seperti barisan Merah putih dan Ormas-ormas Lainnya Yang berada di Papua akan mendukung penuh dan menyukseskan jalannya Pilpres 9 Juli mendatang serta menjaga stabilitas keamanan di Bumi Papua secara bersama-sama sehingga pelaksanaan kegiatan Pilpres 2014 dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan sukses.
Seperti yang di kutip dari jumpa Pers di kediaman Bapak Ramses Ohee Waena Jayapura.pada hari Selasa (24/06), Pembahasan tentang isu tanggal 1 Juli, Ketua Umum Barisan Merah Putih dan Tokoh Perempuan Papua Ibu Emskerk Bonay menyampaikan “Jangan mudah terpancing isu-isu yang dapat menyesatkan tentang 1 Juli nanti, Papua ini adalah bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia mari kita rapatkan barisan serta bersatu padu guna mewujudkan pembangunan Papua ini supaya lebih maju, aman, damai dan sejahtera”.
Tentang seruan yang dilakukan oleh sebagian kecil organisasi yang berada di Papua, tentang Boikot Pilpres nanti berakibat terhambatnya Pesta Demokrasi, untuk itu dihimbau kepada seluruh masyarakat di Papua agar tidak mudah terpancing akan hasutan-hasutan yang akan malah merugikan orang banyak.(RHZ/GTS)
Peristiwa Bentrok Antar Warga di Nduga
Pada tanggal 21 Juni 2014
telah terjadi bentrok antara dua kelompok warga di Distrik Kenyam, Kab. Nduga.
Aksi saling serang dengan menggunakan senjata panah, hal ini disebabkan adanya
permintaan pembayaran uang denda atas meninggalnya saudara Petias Lokbere pada
bulan April yang lalu yang disebabkan kecelakaan lalulintas lantaran korban
dalam keadaan mabok berat yang disebabkan korban frustasi karena tidak
diberikannya ijazah oleh sang guru (saudara Simon Nigiri).
Peristiwa ini bermula dari
adanya rasa kurang puas terhadap penyelesaian kecelakaan lalu lintas yang
dialami oleh Saudara Tenagil Lokbere (Gembala di Distrik Kenyam) yang menimpa
anaknya bernama Petias Lokbere di Timika. Kasus laka lalin ini disebabkan
karena korban merasa tidak terima terhadap gurunya atas nama Saudara Nasir
Lokbere yang tidak memberikan ijazahnya, sehingga korban mengkonsumsi minuman beralkohol,
kemudian korban pulang dengan mengendarai sepeda motor dan ditengah perjalanan
terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Hal ini pihak keluarga
korban yang berada di Kabupaten Nduga merasa tidak terima atas meninggalnya
korban karena kecelakaan tersebut diakibatkan oleh Saudara Nasir Lokbere yang
tidak mau memberikan ijazahnya kepada korban yang mengakibatkan korban menjadi
frustasi dan mabok berat.
Dari kejadian tersebut pihak
korban meminta agar saudara Nasir Lokbere untuk datang ke Kabupaten Nduga guna
menyelesaikan permasalahan, namun sampai saat ini permintaan tersebut tidak
dipenuhi oleh saudara Nasir Lokbere dan menurut informasi bahwa ijazah milik
saudara Petias Lokbere masih disimpan oleh keluarga saudara Simon Nigiri
(Kadishub Kabupaten Nduga) di Timika sehingga menambah kemarahan keluarga
korban yang berada di Kabupaten Nduga.
Dari kejadian inilah yang
menyebabkan terjadinya perang antara masyarakat dari kelompok saudara Tenagil
Lokbere dengan kelompok saudara Simon Nigiri. Peristiwa tersebut mengakbatkan
kerugian yang dialami praka Ansar anggota Kodim 1702/Jayawijaya pada saat
melerai peristiwa tersebut terkena panah pada bagian pinggang sebelah kiri dan
tiga orang masyarakat sipil yang terdiri dari Petianus Peneye, Laminius Bugiya
dan Yote Wandikpo.
Ketiga orang tersebut
terluka bukan karena terkena peluru TNI/Polri tetapi karena terkena anak panah.
Hal ini disampaikan oleh Dokter Yan Frits salah satu dokter di RSUD Wamena yang menangani para korban yang terluka. Fakta
ini berdasarkan hasil pemeriksaan dan rontgen yang dilakukan oleh dokter Yan
Frits. Selanjutnya diadakan dialog antara bapak Bupati Nduga, Kapolre
Jayawijaya, Pabung Nduga dan unsur tokoh agama, adat, masyarakat, dan pihak
gereja bahwa masyarakat yang terluka diakibatkan terkena anak panah dan bukan
karena terkenanya peluru TNI/Polri. (RHZ/GTS)
Minggu, 08 Juni 2014
Panglima TNI tegaskan laporan oknum Babinsa tak terbukti
Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), apa yang disampaikan terlapor dalam kasus Babinsa, secara pelaksanaan pemilu, tidak terbukti.
"Apa yang dinyatakan terlapor itu tidak terbukti. Justru masyarakat sekitar siap menjadi saksi. Ketua Bawaslu telah nelepon kepada saya, saya (Bawaslu) serahkan kepada panglima untuk selesaikan semua itu," katanya di ruang tunggu VIP Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.
Pernyataan Panglima TNI itu berbeda dengan pernyataan pihak TNI AD, yang menyebutkan ada oknum tamtama di lingkungan babinsa yang melakukan kesalahan terkait pemilu, bahkan oknum tamtama itu dan perwira di atasnya pun sudah dihukum.
"Panglima tidak pernah menginstruksikan karena hanya terjadi di satu tempat. Itu kalau benar-benar terjadi. Kalau tidak, saya akan bela Babinsa saya kalau mereka tidak lakukan hal-hal negatif," kata Moeldoko.
"Saya bisa menjamin Babinsa saya bisa bekerja sebaik-baiknya. Babinsa juga manusia, bukan hantu. Tidak perlu ditakuti, bukan juga boneka. Punya naluri, perasaan, punya tanggung jawab melaksanakan tugasnya," ucap Moeldoko.
Ditegaskan, Babinsa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh melakukan penyimpangan sedikit pun. Ia mengimbau kepada masyarakat, kalau ada Babinsa melakukan penyimpangan, untuk langsung difoto.
"Kalau tidak ada foto, tahan dulu Babinsanya disitu, cari foto. Baru kemudian dilaporkan ke pimpinannya," tutur Panglima TNI.
Sebelumnya, TNI AD telah mengusut tuntas oknum TNI AD, yakni tamtama di lingkungan Babinsa Kodim Jakarta Pusat, Koptu Rusfandi, yang mengarahkan warga DKI Jakarta untuk memilih salah satu calon presiden, Prabowo Subianto. Oknum tersebut dihukum dengan penahanan berat selama 21 hari.
"Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman telah memerintahkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono untuk mengusut tuntas adanya tuduhan tersebut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu.
Pengusutan terhadap beberapa personel di jajaran Kodim Jakarta Pusat dilakukan Tim Gabungan dari Kodam Jaya sejak Kamis (5/6) sampai dengan Minggu (8/6) pukul 04.00 WIB dini hari tadi.
"Hasilnya Koptu Rusfandi, yang mendapat perintah untuk melaksanakan tugas-tugas Bintara Pembina Desa di Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, tak bermaksud mengarahkan Saudara AT (dan warga lain yang didatangi) untuk memilih salah satu capres," kata Andika.
Yang bersangkutan memang benar mendatangi warga di daerah tanggung jawab satuannya untuk mendata preferensi warga apa yang akan mereka pilih di Pilpres 2014.
"Hal ini merupakan suatu kesalahan. Ketika Saudara AT tidak langsung memberikan jawaban saat ditanya tentang preferensinya (apa yang hendak dia pilih), Koptu Rusfandi berusaha mendapatkan konfirmasi dengan cara menunjuk pada gambar partai politik calon presiden," kata Andika.
Secara kebetulan, lanjut Andika, gambar yang digunakan untuk mengonfirmasi pilihan AT adalah gambar Parpol dengan capres nomor urut 1 alias Prabowo.
"Hal inilah yang kemudian menimbulkan kesan seolah-olah Koptu Rusfandi "mengarahkan" Saudara AT untuk memilih salah satu capres. Namun demikian, tindakan Koptu Rusfandi adalah kesalahan," katanya.
"Apa yang dinyatakan terlapor itu tidak terbukti. Justru masyarakat sekitar siap menjadi saksi. Ketua Bawaslu telah nelepon kepada saya, saya (Bawaslu) serahkan kepada panglima untuk selesaikan semua itu," katanya di ruang tunggu VIP Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.
Pernyataan Panglima TNI itu berbeda dengan pernyataan pihak TNI AD, yang menyebutkan ada oknum tamtama di lingkungan babinsa yang melakukan kesalahan terkait pemilu, bahkan oknum tamtama itu dan perwira di atasnya pun sudah dihukum.
"Panglima tidak pernah menginstruksikan karena hanya terjadi di satu tempat. Itu kalau benar-benar terjadi. Kalau tidak, saya akan bela Babinsa saya kalau mereka tidak lakukan hal-hal negatif," kata Moeldoko.
"Saya bisa menjamin Babinsa saya bisa bekerja sebaik-baiknya. Babinsa juga manusia, bukan hantu. Tidak perlu ditakuti, bukan juga boneka. Punya naluri, perasaan, punya tanggung jawab melaksanakan tugasnya," ucap Moeldoko.
Ditegaskan, Babinsa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh melakukan penyimpangan sedikit pun. Ia mengimbau kepada masyarakat, kalau ada Babinsa melakukan penyimpangan, untuk langsung difoto.
"Kalau tidak ada foto, tahan dulu Babinsanya disitu, cari foto. Baru kemudian dilaporkan ke pimpinannya," tutur Panglima TNI.
Sebelumnya, TNI AD telah mengusut tuntas oknum TNI AD, yakni tamtama di lingkungan Babinsa Kodim Jakarta Pusat, Koptu Rusfandi, yang mengarahkan warga DKI Jakarta untuk memilih salah satu calon presiden, Prabowo Subianto. Oknum tersebut dihukum dengan penahanan berat selama 21 hari.
"Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman telah memerintahkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono untuk mengusut tuntas adanya tuduhan tersebut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu.
Pengusutan terhadap beberapa personel di jajaran Kodim Jakarta Pusat dilakukan Tim Gabungan dari Kodam Jaya sejak Kamis (5/6) sampai dengan Minggu (8/6) pukul 04.00 WIB dini hari tadi.
"Hasilnya Koptu Rusfandi, yang mendapat perintah untuk melaksanakan tugas-tugas Bintara Pembina Desa di Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, tak bermaksud mengarahkan Saudara AT (dan warga lain yang didatangi) untuk memilih salah satu capres," kata Andika.
Yang bersangkutan memang benar mendatangi warga di daerah tanggung jawab satuannya untuk mendata preferensi warga apa yang akan mereka pilih di Pilpres 2014.
"Hal ini merupakan suatu kesalahan. Ketika Saudara AT tidak langsung memberikan jawaban saat ditanya tentang preferensinya (apa yang hendak dia pilih), Koptu Rusfandi berusaha mendapatkan konfirmasi dengan cara menunjuk pada gambar partai politik calon presiden," kata Andika.
Secara kebetulan, lanjut Andika, gambar yang digunakan untuk mengonfirmasi pilihan AT adalah gambar Parpol dengan capres nomor urut 1 alias Prabowo.
"Hal inilah yang kemudian menimbulkan kesan seolah-olah Koptu Rusfandi "mengarahkan" Saudara AT untuk memilih salah satu capres. Namun demikian, tindakan Koptu Rusfandi adalah kesalahan," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)


